Makan duit haram, ini dia wajah pungli di Wisata Kerinci | Masa lewat saja minta duit & sumpah al-quran!!

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kerinci pada Rabu (5/5) kemarin mengamankan tiga orang pelaku pungutan liar (pungli) di objek wisata Danau Kerinci.

Baca juga : Mahasiswi Cantik di Bangkalan Diperkosa Hingga Lemas Oleh Anak Pemilik Kos

Informasi yang diperoleh Metrojambi.com, ada tiga orang pelaku pungli di objek wisata Danau Kerinci dekat jembatan jalan lintas Jujun - Danau Kerinci, Desa Pulaupandan, Kecamatan Bukitkerman, diamankan petugas kepolisian.

Baca juga : Mobil goyang, pasangan dicyduk sedang mes*m 

Kasat reskrim Polres Kerinci Iptu Edi Mardi saat dikonfirmasi membenarkan adanya tiga orang yang diduga pelaku pungli di objek wisata Danau Kerinci yang diamankan.

Tiga orang yang diamankan adalah Mat Dong alias Pak Dandi (46) warga Desa Pulaupandan, Suprianto alias Ayah Gufron (30) warga Karangpandan, dan Depan Silanetra alias Pak Yoki warga Pulaupandan.

Edi Mardi menyebutkan, berdasarkan perintah pimpinan sehubungan viralnya video pungutan retribusi masuk objek wisata Danau Kerinci maka pada hari Rabu (04/04/3022) sekitar pukul 13.00 WIB anggota Opsnal meluncur ke objek wisata Danau Kerinci dari arah Desa Jujun.

Sesampai di jembatan menjelang objek wisata ada beberapa orang masyarakat yang memungut uang dengan menggunakan karcis. Anggota mengatakan hanya akan lewat dan tidak masuk objek wisata, namun tetap diminta pungutan per orang sebesar Rp 10.000.

Maka Briptu Tri Karlisme memberikan uang sebanyak Rp 20.000 untuk dua orang dan diterima oleh pelaku. "Setelah itu anggota segera mengamankan para pelaku sebanyak tiga orang tersebut.

Kemudian para pelaku beserta barang bukti uang dan karcis retribusi dibawa ke Polres Kerinci untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," sebutnya.

Adapun hasil pemeriksaan dari ketiga pelaku membenarkan adanya perjanjian kerjasama pengelolaan retribusi objek wisata Danau Kerinci selama lebaran 2022 antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kerinci dengan pihak ketiga atas nama Mardoni alamat Desa Pulau Pandan dengan kesepakatan sesuai uraian Surat Perjanjian Kerja Sama Nomor : 556/ 39/ I/ Disparbud/ 2022, 12 April 2022, untuk selama 10 hari dr tgl 04 Mei 2022 s/d 13 Mei 2022.

Namun atas kontrak tersebut Mardoni membuka pintu retribusi daru arah jembatan Sanggaran Agung sedangkan dari arah Desa Jujun Mardoni memberikan kepada orang lain yaitu Mat DONG, kontrak Mardoni dengan Dinas Pariwisata senilai Rp 180.000.000,-, lalu Mardoni melakukan kontrak lagi dengan.

Mat Dong senilai Rp 85.000.000. "Pungutan retribusi masuk ditetapkan sebesar Rp 10.000,- per orang dewasa berdasarkan Perda No. 12 thn 2019 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Dalam pelaksanaan pungutan di lapangan Mardoni dan Mat Dong merekrut beberapa anak buah. Sebelum turun ke lapangan sudah disampaikan kepada petugas agar selektif dan humanis namun kurang diindahkan oleh anak buahnya sehingga terjadi permasalahan yaitu orang yang sekedar lewat di objek wisata tetap dipungut dan videonya viral di beberapa sosmed," terangnya.

Edi Mardi menambahkan, Mat Dong dan anak buahnya setelah diamankan diberikan himbauan agar lebih selektif lagi dalam memungut retribusi.

Apabila ada perlawanan dari masyarakat yang hanya lewat agar dipersilahkan lewat namun diikuti/ dikawal untuk memastikan apa benar hanya lewat atau masuk ke dalam objek wisata, kalau ternyata masuk ke objek wisata dapat dipungut retribusi.

"Mat Dong sudah membuat Surat Pernyataan yang intinya tidak akan melakukan pungutan secara sembarangan dan kasar sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala UPTD Pariwisata, Usman Arifin membuat Surat Pernyataan yang intinya akan memantau dan mengawasi pelaksanaan pungutan retribusi, supaya tidak menimbulkan permasalahan lain.

"Untuk ketiga orang tersebut diperbolehkan pulang dan dikenakan wajib lapor, untuk giat pungutan retribusi tetap dilaksanakan namun di bawah pengawasan dan pemantauan Dinas Pariwisata dan Polres Kerinci," pungkasnya. 

Posting Komentar untuk "Makan duit haram, ini dia wajah pungli di Wisata Kerinci | Masa lewat saja minta duit & sumpah al-quran!!"