Penumpang Seperti Dikocok - Sebelum Kejadian Yang Menegangkan!!!

Jatuhnya pesawat Hercules C130 di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan menyisakan berbagai cerita. Dari 99 penumpang, dan 11 kru yang berada di pesawat, hingga sore kemarin tercatat 96 korban tewas, dan 15 orang selamat.

Dari sedikit korban yang selamat itu, 10 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Jatim Dr Soedono Madiun, dan lainnya dirawat di RS Lanud Iswahyudi Magetan. Para korban selamat seperti mengalami trauma sangat luar biasa.

Sehingga, mereka rata-rata hanya menampakkan tatapan kosong, seakan tidak percaya.Agus Juwaso, anggota TNI AU di kesatuan Komando Strategi (Kosek) II Makasar, tergolek lemah di Ruang Bedah RS Lanud Iswahyudi. Warga Subang-Jabar ini mengalami patah tulang kaki dan luka sobek di bagian kepala.

Saat hendak diwawancarai, ia hanya bisa menggelengkan kepala.Tapi, Syamsul Arifin, keponakan korban yang menungguinya menuturkan sempat mendapat cerita dari  Syamsul.

Menurut dia, saat awal penerbangan tidak ada masalah. Tapi, tiba-tiba, pesawat yang ditumpangi oleng ke kanan dan kekiri. Penumpang pun seperti dikocok di dalam pesawat. 

"Dia (Agus) sempat bilang penumpang seperti dikocok ke kanan-kiri, belakang-depan. Hingga akhirnya, korban pingsan," kata Syamsul Setelah itu, korban sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi.

Bahkan, saat posisi pesawat jatuh dan hampir semua bagian badan pesawat hancur, Agus tidak tahu karena dalam kondisi tak sadarkan diri. Ia baru sadar setelah berada di ruang perawatan RS Lanud Iswahyudi. "Sadarnya ya baru di sini," katanya.

Sementara itu, hanya selisih beberapa kamar dari Agus, Anggun yang masih berusia 4 tahun tergolek dengan alat bantu pernafasan. Warga Kecamatan Masopati, Kabupaten Madiun ini juga salah satu korban pesawat jatuh.

Dalam kondisi sadar, korban tidak mengeluarkan kata-kata. Hanya sesekali ia menangis menanyakan keberadaan ibunya. Beberapa anggota keluarga yang menemaninya, tak kuasa menahan air mata. Irul, salah satu anggota keluarganya menuturkan, Anggun menumpang pesawat nahas itu bersama ibu dan kakaknya.

Hanya, sampai saat ini, pihak keluargapun belum menemukan keberadaan Ibu Neni dan kakak Anggun tersebut. "Memang kabarnya, keduanya sudah meninggal," katanya. Anggun sendiri masih terlihat lemas.

Beberapa anggota keluarga sesekali membujuk Anggun untuk makan bubur. Tapi, korban terus saja menanyakan keberadaan ibunya. Anehnya, kondisi Anggun tak separah korban lainnya. Ia hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Tidak ada patah tulang.  "Dia yang selamat," terang anggota keluarganya.

Sementara itu, puluhan orang berdatangan untuk mengetahui kondisi korban yang dirawat kritis di RSUP Dr Soedono Madiun. 10 orang korban selamat tercatat di papan informasi yang memang disediakan oleh pihak RSUP.

Suprapti, istri korban selamat Serka Susanto, warga Desa Widodaren, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, menuturkan datang ke Madiun bersama anggota keluarga. Ia awalnya melihat berita di televisi dan langsung menuju ke Magetan, lalu ke RSUP Dr Soedono Madiun. 

Saat menunggu suaminya yang masiih berada di ruang ICU, Suprapti menuturkan, menurut cerita suaminya, para penumpang mulai panik saat pesawat hilang kendali dan oleng. Kondisi penumpang tidak teratur dan saling berbenturan.

Dan seperti banyak korban lainnya, Serka Susanto lalu tak sadarkan diri. "Seperti barang yang dikocok gitu katanya. Terus tak sadarkan diri," katanya. Sementara itu salah satu kru pesawat yang selamat Prada Purwanto, warga Mandingan, Kecamatan Wringinrejo, Kabupaten Bantul terlihat lemas di Ruang Observasi Darurat (ROP) RSUP Dr Soedono Madiun.

Ia hanya geleng-geleng dan mengatakan tidak mau mengingat saat pesawat jatuh tersebut. "Sudahlah mas. Saya tak mau mengingat itu," katanya lemah dan menolak diwawancarai.

Posting Komentar untuk "Penumpang Seperti Dikocok - Sebelum Kejadian Yang Menegangkan!!!"